Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 22 Jun 2026


Ratusan Santri Baru Pondok Pesantren AlMubaarok Manggisan Mulai Masuki Asrama


WONOSOBO, – Arus kedatangan santri baru di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Wonosobo, berlangsung padat dan tertib. Pihak pesantren sukses menggelar agenda Pemberangkatan Santri Baru (PSB) yang dibagi dalam dua gelombang waktu.

Gelombang pertama dikhususkan bagi santri asal wilayah Wonosobo dan Banjarnegara pada Jumat (19/6/2026). Sementara itu, gelombang kedua untuk santri dari luar daerah Wonosobo dan Banjarnegara dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026).

Sejak pagi hingga sore hari, suasana di lingkungan pesantren terpantau ramai oleh antrean kendaraan dan rombongan wali santri yang mengantarkan putra-putri mereka.

Untuk menjaga kelancaran proses registrasi, panitia memisahkan lokasi pelayanan berdasarkan gender. Santri baru putri diarahkan menuju Gedung Auditorium Lantai 1, sedangkan santri baru putra ditempatkan di Gedung Hamdala.

Sebelum memasuki rangkaian prosedur administrasi, para santri baru beserta orang tua diwajibkan untuk sowan (bersilaturahmi) terlebih dahulu kepada pengasuh pondok pesantren.

Setelah prosesi sowan, santri harus melewati beberapa tahapan wajib secara berurutan:

Pengisian absensi dan penyerahan dokumen santri di ruang pengumpulan berkas, Pemenuhan seluruh administrasi keuangan dan pendaftaran,Penandatanganan pakta integritas, pengambilan seragam resmi serta kitab-kitab, foto untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), kemudian Pendaftaran layanan laundry pesantren untuk pengelolaan pakaian santri.

Pada tahap akhir, santri diarahkan menuju pos penempatan kamar agar dapat langsung mengetahui lokasi asrama yang akan ditempati. Guna mendukung kebutuhan logistik awal, koperasi pesantren juga disiagakan penuh untuk menyediakan alat tulis, perlengkapan salat, pakaian harian, peralatan tidur, alat mandi, hingga alat makan.

Momen perpisahan di lingkungan pesantren ini menyisakan suasana haru sekaligus optimisme dari para orang tua yang harus merelakan anaknya tinggal jauh dari rumah demi menuntut ilmu agama.

"Saya berharap agar anak saya dapat menjadi anak yang sholihah, berakhlak, dan sukses dunia akhirat. Meski sebenarnya berat, namun saya telah memasrahkan anak saya sepenuhnya kepada kyai," tutur salah seorang wali santri asal Wonosobo.

Bagi siapapun, perihal melepaskan dan mengulur jarak dengan buah hati pastilah menjadi hal yang berat. Namun, rasa berat tersebut dinilai tidak sebanding dengan besarnya tekad orang tua yang mengharapkan kesuksesan masa depan anaknya.

Selamat datang dan selamat berproses untuk para santri baru, semoga diberikan kekuatan, keikhlasan, serta mampu mewujudkan harapan besar orang tua.

 Dinara Kholidya Safina, Shofa Nazilatul Khusna